Info

Paket Tour Perjalanan Wisata

Paket Tour Perjalanan Wisata

Hikmah Manasik Haji


Perintah menyempurnakan ibadah haji juga akan mampu meningkatkan nilai spiritual, moral, dan sosial. Pada aspek spiritual, terjadi peningkatan yang signifikan dalam kualitas dan kuantitas ibadah kepada Allah. Kaki begitu ringan melangkah meski di tengah terik dan kepenatan fisik untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram dan lainnya. Bibir senantiasa basah dengan dzikir-dzikir kalimah thayyibah. Suasana spiritual sedemikian sangat dirasakan oleh setiap jamaah haji dengan disertai linangan air mata kebahagiaan karena mampu bersimpuh di depan Ka'bah, rumah Allah.

Peningkatan nilai moral tampak pada kemampuan mengendalikan diri dalam bertutur kata dan bersikap. Setiap jamaah haji dituntut mengamalkan firman Allah SWT, "Siapa yang menetapkan niatnya pada bulan itu untuk melaksanakan haji, maka tidak boleh rafats (berkata-kata yang berkonotasi porno), tidak berbuat fasiq dan berbantah-bantahan selama melaksanakan haji." (al-Baqarah: 197). 
Belum lagi motivasi Rasulullah SAW dalam hadisnya, "Siapa yang melaksanakan ibadah haji, lalu ia tidak berbuat rafats dan fasiq, maka ia akan pulang selayaknya bayi yang baru lahir."

Nilai sosial terletak pada ta'aruf (perkenalan) dengan umat Muslin dari seluruh penjuru dunia. Perkenalan secara fisik, bahasa, sikap, tabiat, dan budaya yang akan membawa kepada memahami keagungan Allah dalam perbedaan makhluk ciptaan-Nya, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan (Allah) adalah penciptaan langit dan bumi dan perbedaan lisan (bahasa) dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang mengetahui." (Ar-Rum: 22).

Selain nilai diatas, praktik ibadah haji di tempat-tempat yang ditentukan di tanah haram Mekkah juga banyak memberi hikmah yang patut direnungkan selama pelaksanaan haji dan sesudahnya. Thawaf mengelilingi Ka'bah, mabit dan melontar jumrah di Mina, sa'i antara bukit Shafa dan Marwah, wuquf di Arafah, dan minum air Zamzam merupakan bagian dari pelaksanaan ibadah haji yang paling memberi kesan yang mendalam bagi jamaah haji.

Thawaf mengelilingi Ka'bah merupakan kegiatan yang paling mengingatkan kita akan keagungan Allah. Manusia begitu kecil di hadapan-Nya. Hampir semua jamaah haji akan meneteskan air mata saat melihat keagungan Baitullah. Thawaf ini juga mengingatkan kita bahwa seluruh aktivitas yang kita lakukan hendaknya bermuara dan kembali kepada Allah SWT. Hanya Allah satu-satunya tujuan dalam keseluruhan hidup kita.

Mina merupakan tempat yang, selain paling banyak kegiatannya, juga paling lama disinggahi oleh jamaah haji. Ada kegiatan mabit, melontar jumrah, menyembelih hewan, hingga bertahallul. Mina secara bahasa berarti cita-cita. Diharapkan sekian lama kita berada di Mina, maka akan semakin banyak waktu kita untuk mencanangkan, merencanakan dan memperkuat cita-cita kita dalam bekerja dan mengabdi kepada Allah. Di tempat ini kita banyak bertasbih dan berdzikir kepada Allah. Betapa cita-cita ini harus dilandasi dengan iman kepada-Nya.

Arafah secara bahasa berarti mengenal dan perkenalan. Di padang yang luas membentang ini, secara serempak seluruh jamaah haji berkumpul wuquf, bersimpuh memohon kepada Allah. Dimulai sejak dzuhur hingga terbenam matahari, jamaah haji diharapkan lebih mengenal diri sendiri, memohon ampun atas segala kesalahan, mengenal keluarga, teman dan masyarakat, dan mendoakan kebaikan mereka semua. Sejauh mana kedekatan kita dengan al-Khaliq? Itulah pertanyaan yang banyak berkecamuk di dalam fikiran sepanjang wuquf di Arafah. Konon, di sinilah bertemunya Nabi Adam AS dan istrinya, Siti Hawa. Mereka mengakui kekhilafan yang pernah dilakukan seraya bermunajat kepada Allah, "Ya Allah, Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menzalimi diri kami. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan menyayangi kami, maka kami termasuk orang-orang yang merugi."

Sa'i berarti usaha. Segala cita-cita yang telah kita canangkan dan mohonkan ridha-Nya dari Allah tetap harus disertai dengan usaha yang keras, seperti saat Siti Hajar berlari-lari mencari air antara bukit Shafa dan Marwah. Di sini kesungguhan dan usaha kita diuji oleh Allah. Tujuh kali berputar antara Shofa dan Marwah merupakan simbol dari usaha yang gigih untuk meraih cita-cita.
Terakhir, air Zamzam telah disediakan sebagai minuman untuk melepas dahaga dan kepenatan sambil memohon keberkahannya. Rasulullah SAW bersabda, "Air Zamzam itu tergantung dari niat orang yang meminumnya." (HR Bukhari). Zamzam bisa menjadi obat dari berbagai penyakit. Ia bisa menjadi pelepas kesusahan dan segala keinginan yang kita harapkan dari Allah.

Demikian makna perintah yang berbeda dari pelaksanaan ibadah haji: sempurnakanlah! Perintah tersebut mengandung beragam nilai, hikmah dan semangat menyempurnakan seluruh manasik haji tanpa terkecuali, sebagai implementasi dari mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah SWT yang terkandung dalam ibadah haji yang agung.

0 Response to "Hikmah Manasik Haji"

Fast Response: 0816-937-019
/* Hot Line*/